Senin, 24 Juni 2013
Format Baru H.265 standar Video Codecs
International Telecommunication Union (ITU), agensi internasional untuk teknologi komunikasi dan informasi, telah menyetujui sebuah format video baru yang akan membawa video 4K ke ranah jaringan broadband di masa depan, juga memungkinkan streaming HD tersedia di jaringan internet dengan kecepatan rendah.
Standar tersebut adalah H.265, juga dikenal sebagai High Efficiency Video Coding (HEVC), yang merupakan suksesor dari codec H.264. Melalui proses teknik kompresi yang dikembangkan, format baru tersebut diharapkan memungkinkan streaming video yang hanya memerlukan setengah dari bandwidth yang digunakan saat ini.
Sasarannya, streaming HD maupun panggilan video melalui jaringan seluler, sampai memungkinkan siaran TV beresolusi Ultra HD 4K (3840x2160 piksel), melalui jaringan dengan bandwith 20-30 Mbps. Selain itu, dengan kualitas yang sama, video dengan codec H.265 hanya memakan setengah dari jumlah storage yang digunakan H.264.
HDTV semakin lama semakin maju, Joint Collaborative Team di Video Coding mencapai sebuah pencapaian baru untuk codec H.265 minggu lalu, dan siap-siap melepas monster standar video itu tahun depan.
Codec video H.265, dikenal sebagai High Efficiency Video Coding (HEVC), dirancang untuk menggantikan standar H.264, yang digunakan untuk encoding video HD dan Full HD (1920x1080 piksel). Joint Collaborative Team, sebuah kolaborasi antara MPEG Expert Group dan ITU-T telah mencapai rancangan baru dalam sebuah pertemuan di San Jose.
Standar video baru ini diharapkan akan menyediakan banyak perbedaan di bidang transmisi data dan efisiensi streaming dibanding sebelumnya, salah satu pembicara di pertemuan San Jose menyebutkan perbaikan sampai 67 persen dibanding H.264.
H.265 akan dirancang untuk mendukung perangkat yang bekerja di resolusi 4K dan Ultra HDTV (dikenal sebagai 8k atau 7680x4320 piksel). Ultra HDTV sendiri kepadatan pikselnya 16 kali lebih banyak daripada resolusi 1080p.
Sebelum muncul di pasaran sebagai standar video, H.265 harus mencapai persetujuan internasional yang digelar 6 bulan mendatang dan ratifikasi standar terakhir di Januari 2013
Langganan:
Komentar (Atom)
